“Perjalanan Kasus Penistaan Agama” Sindonews

penistaan-agama

Kasus dugaan penistaan agama yang menjerat gubernur non aktif DKI Jakarta, Ahok nampaknya memang seperti jalan cerita sebuah sinetron yang panjang dan berliku. Setelah adanya aksi damai pada 4 November kemarin, Ahok akhirnya memperoleh status barunya yaitu sebagai tersangka. Namun ini saja belum berakhir, hal ini terlihat dari adanya rencana unjuk rasa yang akan dilakukan pada bulan Desember ini.

Seperti yang ditulis pada artikel kasus penistaan agama sindonews, pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menilai bahwa salah satu cara untuk meredam isu unjuk rasa melebar ke soal makar adalah dengan ditahannya tersangka atas dugaan penistaan agama tersebut. Sementara Pedri Kasman sebagai sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah meminta agar aparat kepolisian bisa segera menahan Ahok, karna unjuk rasa susulan tersebut merupakan ujung dari ketidak pastian status tersangka yang belum juga ditahan sebagaimana yang diinginkan oleh beberapa pihak.

Sementara itu ormas islam di tangerang selatan menyebutkan jika aksi damai yang nantinya akan dilakukan pada 2 Desember adalah bentuk atas dukungan terhadap Polri, hal ini dimaksudkan agar polri lebih berani dalam mengambil langkah tegas dengan melakukan penahanan kepada ahok. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam beberapa kasus penistaan agama yang pernah terjadi, semua tersangka langsung menerima hukuman dan ditahan sesuai dengan hukum yang berlaku akan tetapi berbeda sekali dengan sekarang yang terjadi pada gubernur DKI Jakarta tersebut. Di sisi lain, ketua MUI Tangerang Selatan juga menyerukan agar seluruh umat muslim lebih mempercayakan seluruh proses penangan hukum atas kasus penistaan agama tersebut kepada pihak kepolisian.

Aksi bela islam yang rencananya akan digelar pada awal bulan Desember yang akan datang lagi – lagi bertepatan dengan hari jumat, akan tetapi tidak seperti saat aksi damai yang lalu di mana pada saat unjuk rasa Desember nanti para pengunjuk rasa berencana untuk melakukan sholat jum’at secara beramai-ramai di jalanan Bundaran HI. Rencana ini ditanggapi oleh Din Syamsuddin dengan beberapa perbedaan pendapat. Disini Din menyatakan bahwa semestinya sholat jum’at tidak dilakukan di jalanan seperti itu, ketua dewan pertimbangan mui ini menganggap jika hal tersebut bisa mengganggu ketertiban masyarakat terutama para pengguna jalan. Selain itu salat jumat di jalanan juga pastinya akan membuat suasana menjadi kurang teratur terutama bagi kendaraan yang beroperasi.

Din menganggap bahwa sholat jum’at afdolnya dilangsungkan di masjid, bahkan dia pun sangat menaruh simpati saat aksi damai kemarin di mana para pengunjuk rasa menjalankan ibadah sholat jumat di masjid Istiqlal. Ditambahkannya lagi bahwa aksi bela islam nanti akan lebih baik jika disewakan gedung agar para pengunjuk rasa bisa menunaikan ibadah sholat jum’at di tempat tersebut. Di sisi lain kabid humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono menyatakan bahwa saat ini Buni Yani sebagai seseorang yang menyebarkan berita tentang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik, hasil keputusan tersebut juga telah ditetapkan oleh penyidik setelah dilakukannya pemeriksaan sejumlah saksi saksi ahli yang memberikan kesaksian.

Ikuti perkembangan berita kasus penistaan agama sindonews yang kian hari semakin menarik untuk di ikuti, karena kasus penistaan agama ini sudah menggurita kemana-mana, serta rencana aksi damai 212 yang penuh kontrofersial.

Bantu Share Ya : )