Tanoto Foundation Berikan DukunganPembelajaran Bahasa Inggris di Pedesaan

tanoto-foundation

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, mutlak dikuasai oleh siapa pun. Jika ingin cepat menguasainya, pembelajaransejak dini sangat disarankan.

            Bagi anak di daerah perkotaaan, pelajaran bahasa Inggris memang sudah diterapkan sejak dini. Lain halnya bagi mereka yang berdomisili di daerah terpencil seperti di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Pendidikan bermutu, termasuk bahasa Inggris, begitu sulit diperoleh.

            Beruntung ada orang-orang seperti Sarifah. Sejak tahun 2014, ia rela meluangkan waktunya untuk mengajar bahasa Inggris di berbagai Tempat Penitipan Anak (TPA) sekitar perkebunan kelapa sawit. Padahal, Sarifah mulanya tidak memiliki kemampuan mengajar sama sekali.

            Sarifah baru pulang ke Indonesia setelah bekerja selama enam tahun di Singapura. Pengalaman tinggal di negeri orang membuat kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya terasah. Apalagi saat di Singapura ia sempat mengambil kursus bahasa Inggris untuk menambah kemampuannya.

            Ia pun ditawari menjadi guru untuk mengajari anak bahasa Inggris di TPA. Mulanya Sarifah merasa ragu. Namun, berkat kegiatan Tanoto Foundation, ia menjadipercaya diri.

            Yayasan yang didukung oleh keluarga Sukanto Tanoto ini rajin memberi pelatihandalampeningkatankapasitasdankompetensi guru. Salah satunya adalah Sarifah. Ia mendapatkan pelatihan untuk menjadi guru yang baik, seperti diajari memanfaatkan barang bekas sebagai media belajar dan membuat silabus pembelajaran untuk anak usia dini.

            Setelah mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation, Sarifah merasa yakin bahwa dirinya mampu mengajar dengan baik, khususnya pelajaran bahasa Inggris. “Sebenarnya banyak yang bisa berbahasa Inggris di sini. Pendidikan mereka juga tinggi-tinggi. Tetapi soal grammar, mereka kadang kurang. Jadi saya merasa terpanggil untuk mengajar anak-anak dengan ilmu yang saya miliki,” tutur Sarifah.

            Saat ini, Sarifah rutin mengajar di lima TPA di wilayah Rantau Baru, Pangkalan Kerinci. Ia datang secara bergiliran setiap hari. Di setiap TPA, Sarifah mengajar sekitar 30 orang anak. Mereka merupakan anak-anak dari para pekerjakebunkelapasawit.

            “Selain sebuah kesempatan kerja untuk menambah penghasilan keluarga, saya juga senang berinteraksi dengan anak-anak. Saya coba amalkan apa yang saya dapat dari Singapura kepada anak-anak di sini,” kata Sarifah.

            Tugas Sarifah bukan tugas yang ringan. Mengajari anak-anak membutuhkan kesabaran luar biasa. Mereka masih sering menangis dan bahkan rewel. Namun, Sarifah tetap bisa menikmati pekerjaannya.

            “Memang ada tantangan dalam mendidik anak-anak ini. Karena masih kecil, kadang usianya masih satu tahun, mereka sering rewel dan ngambek. Tetapi saya punya teknik sendiri untuk mereka menjadi nurut. Ini yang saya pelajari waktu saya bekerja di Singapura,” ucap Sarifah.

            Tanoto Foundation yang digagas oleh Sukanto Tanoto memang sangat peduli terhadap pendidikandi semuajenjangumur. Pengusaha sukses Indonesia itu ingin semua pihak bisa menikmati pendidikan berkualitas dengan mudah. Maka, selain memberi beragam pelatihan seperti yang diterima Sarifah, Tanoto Foundation juga menghadirkan berbagai program beasiswa Tanoto Foundation dan menjalankan program perbaikanfasilitas sekolah di pedesaan.

Bantu Share Ya : )